Ketika aku mulai berfikir lebih jauh, benar-benar hidup tuh gak ada artinya kalo gak ada tujuan yang jelas. Cita-cita? Dulu pengen jadi guru, naik dikit jadi dosen, eh berubah cita-citanya jadi ibu rumah tangga. Menjelang kuliah berubah lagi mau jadi penulis dan trainer. Wah, wah.. Kalo kata anak zaman sekarang, gak konsisten!
Kita memang harus banyak belajar dari pengalaman ya. Setelah semua cita-cita itu, kutemukan satu jawaban pasti, hehe. Aku mulai semakin dan semakin mengenal agamaku, Islam. Aku belajar dan belajar, hingga akhirnya kusadari hidup tuh gak berarti apa-apa tanpa tujuan untuk mencari bekal demi akhirat kelak. Kenapa harus akhirat? Jelaslah. Kehidupan kita seperti sebuah garis lurus yang akhirnya akan sampai pada sebuah titik kecil dan dekat dengan kita. Itulah kematian. Titik itu nantinya akan berlanjut pada sebuah garis lurus lagi yang tak berujung. Itulah kehidupan yang kekal dan abadi. Hanya ada dua pilihan kan? Surga atau neraka.
Aku jelas tidak mau menyia-nyiakan waktuku didunia tanpa mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupanku di akhirat kelak. Tanpa ditanya, aku jelas memilih surga daripada neraka. Iya gak?
Untuk itu tujuanku jelas sekarang. Hidup di dunia untuk kehidupan di Surga. : D
Cita-citaku? Menjadi manusia yang bahagia di dunia dan selamat di akhirat...
Jadi pengajar? Jelas dong. Nanti aku mau mendidik generasi-generasi penopang kehidupan yang sesuai dengan aturan Allah SWT. Ya, mendidik anak-anakku.. Menjadi ibu rumah tangga pencetak generasi cemerlang.. Hmm.. : )
Jadi penulis dan trainer? Terus bergerak, berfikir, dan bekerja..
Kita akan tiba dititik kecil itu dengan segera kawan, siap atau tidak.
Lebih baik menyiapkan diri aja kan?! : )
Hamasah!!
Kita memang harus banyak belajar dari pengalaman ya. Setelah semua cita-cita itu, kutemukan satu jawaban pasti, hehe. Aku mulai semakin dan semakin mengenal agamaku, Islam. Aku belajar dan belajar, hingga akhirnya kusadari hidup tuh gak berarti apa-apa tanpa tujuan untuk mencari bekal demi akhirat kelak. Kenapa harus akhirat? Jelaslah. Kehidupan kita seperti sebuah garis lurus yang akhirnya akan sampai pada sebuah titik kecil dan dekat dengan kita. Itulah kematian. Titik itu nantinya akan berlanjut pada sebuah garis lurus lagi yang tak berujung. Itulah kehidupan yang kekal dan abadi. Hanya ada dua pilihan kan? Surga atau neraka.
Aku jelas tidak mau menyia-nyiakan waktuku didunia tanpa mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupanku di akhirat kelak. Tanpa ditanya, aku jelas memilih surga daripada neraka. Iya gak?
Untuk itu tujuanku jelas sekarang. Hidup di dunia untuk kehidupan di Surga. : D
Cita-citaku? Menjadi manusia yang bahagia di dunia dan selamat di akhirat...
Jadi pengajar? Jelas dong. Nanti aku mau mendidik generasi-generasi penopang kehidupan yang sesuai dengan aturan Allah SWT. Ya, mendidik anak-anakku.. Menjadi ibu rumah tangga pencetak generasi cemerlang.. Hmm.. : )
Jadi penulis dan trainer? Terus bergerak, berfikir, dan bekerja..
Kita akan tiba dititik kecil itu dengan segera kawan, siap atau tidak.
Lebih baik menyiapkan diri aja kan?! : )
Hamasah!!